Home » , » Akhir dari Sebuah Kampus Kehidupan

Akhir dari Sebuah Kampus Kehidupan

Written By STAI Pelita Bangsa on Sabtu, 17 Maret 2018 | 6:11 AM

"Akhir dari Sebuah Kampus Kehidupan"
(oleh: Ismamudi, 15160110103) 



Hidup itu seperti rollercoaster kadang diatas kadang di bawah. Secara fitrah, manusia memiliki jiwa yang dinamis. Kadang dalam suka, namun ada kalanya duka menghampiri. Kadang tertawa lepas, kadang pula murung hinggap melingkupi. Kadang bahagia, kadang susah. Semuanya berjalan sesuai fitrahnya. Dan manusia itu sendiri yang sebenarnya bertanggung jawab akan akhir dari kehidupannya, dia (manusia) Allah berikan pilihan untuk berakhir dengan baik atau sebaliknya, karena sesungguhnya masa depan kita masi suci.

Dunia adalah sebuah kampus besar kehidupan. University of life. Mahasiswanya adalah manusia. Kampusnya adalah dunia. Kurikulumnya alur kehidupan. Diktatnya firman Allah, Hadits Rasul, Ijma', dan qiyas. Ujiannya adalah masalah demi masalah yang di berikan Allah kepada hamba-hamba-Nya.
(Ahmad Rifq'i Rif'an)

Seorang mahasiswa akan berduka cita dan bahagia ketika wisuda karena sudah berhasil melalui proses yang seharusnya dilalui. Mereka berhagia mereka karena telah melewati berbagai ujian dan tantangan selama perkuliahan, menyelesaikan tugas, deadline, ujian, praktikum, skripsi dan semua masalah yang mereka harus hadapi selama menjalani proses.
Tak ada yang Instan, semua berlaku yang namanya proses.

Begitupun dengan kebahagiaan dan surga yang selalu kita mohonkan di setiap tangan menengadah, bukan hal yang akan percuma Allah berikan, butuh kesungguhan sebagai pembuktian bahwa kita sungguh-sungguh menginginkannya, karena itulah hakikat dan tujuan kehidupan dunia, memaksimalkan kesempatan serta waktu yang ada untuk berbuat sebanyak-banyaknya kebaikan demi kebaikan.

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar." (QS. 'Ali-'imran:142)

Semoga Allah berikan kita Hidayah dan Taufik-Nya agar kita semakin tawadhu dalam naungan dan mihrabNya.


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !